Uji kompetensi profesi adalah bagian dari penapisan kompetensi seseorang untuk dapat menyandang gelar sebutan atau pekerjaan profesi yang sering diistilahkan sebagai proses credentialing. Proses credentialing dilakukan oleh profesi yang bersangkutan (PPNI). Proses ini dilanjutkan dengan kegiatan registrasi, dimana perawat yang telah lulus dicatat dan diberi nomor dalam system registrasi nasional. Perawat yang telah tergister, secara resmi berhak menyandang gelar profesinya untuk selanjutnya bisa diberikan lisensi  untuk menjalankan peran atau praktek profesionalnya. Uji kompetensi untuk lulusan baru menggunakan ujian tulis berdasarkan kerangka domain kompetensi yang telah disusun oleh PPNI.

Uji kompetensi yang terstandar dan bersertifikasi  penting dilakukan untuk melindungi kepentingan masayarakat dari praktik keperawatan yang tidak aman dan efektif. Ditambah lagi dengan adanya peraturan menteri kesehatan yang mengatur tentang registrasi tenaga kesehatan bagi yang menjalankan keprofesiannya

Dengan keragaman tingkat kesiapan peserta dan belum adanya buku panduan yang membantu peserta ujian ataupun institusi untuk mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi perawat maka WHO bekerjasama dengan PPNI membuat  suatu

model panduan bagi tenaga kesehatan (profesi perawat sebagai uji coba) berupa Buku Panduan Persiapan Uji Kompetensi Nasional untuk Perawat. Panduan tersebut berisi proses mengikuti uji kompetensi, tips dan strategi serta hal-hal umum yang harus dipersiapkan untuk uji kompetensi. Untuk meningkatkan kemanfaatan dan mendapatkan asupan untuk perbaikan maka kegiatan sosialisasi dan workshop ini dilaksanakan.

Tujuan

Tujuan Umum:

Mensosialisasikan buku panduan Buku Panduan Persiapan Uji Kompetensi Nasional untuk Perawat

Tujuan Khusus:

Memberikan pemaparan tentang peran Organiasi Profesi dalam uji kompetensi dan Buku Panduan Persiapan Uji Kompetensi Nasional untuk Perawat

Melakukan workshop pengembangan buku persiapan uji kompetensi

Narasumber

Sosialisasi Model Buku Panduan Persiapan Uji Kompetensi Nasional untuk Perawat

Peran organisasi profesi (PPNI) dalam pelaksanaan uji kompetensi oleh Dewi Irawaty, MA., PhD (Ketua Umum PP-PPNI )

Pelaksanaan uji kompetensi perawat oleh Dra. Herawani Aziz, M.Kes., M.Kep. (Ketua KNUKP PPNI )

Buku Panduan Persiapan Uji Kompetensi Nasional untuk Perawat oleh Mustikasari, SKp, MKes

Workshop Pengembangan Panduan Strategi Analisa Soal Ujian Tingkat Nasional

Pembahasan pengembangan buku persiapan uji kompetensi: cara analisa dan pembahasan soal beserta cara pembuatan tips dan triks oleh Tuti Herawati, SKp., MN

 Undangan

Undangan perwakilan organisasi profesi yang meliputi PPNI, IBI, Kesmas, Farmasi dan Radioterapi (masing-masing 2 orang)

Undangan Asosiasi pendidikan: AIPNI, AIPDIKI

Undangan Perwakilan Kolegium Keperawatan

 Peserta

Jumlah peserta sosialisai dan workshop maksimal  100 orang

Perawat yang bekerja di RS

Perawat yang bekerja di puskesmas

Pendidikan Ners Keperawatan: STikes, PSIK, Fakultas keperawatan

Pendidikan D III Keperawatan: poltekkes dan akper

Mahasiswa keperawatan

Umum

Biaya Pendaftaran

Pendaftaran untuk keseluruhan kegiatan sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Biaya pendaftaran tidak termasuk akomodasi penginapan maupun transportasi.

Informasi lebih lanjut hubungi:

studentguideline@gmail.com

Keperawatan sebagai salah satu  profesi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan keperawatan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. Pelayanan keperawatan diberikan kepada individu, keluarga dan masyarakat pada berbagai tatanan layanan keperawatan. Keperawatan mempersyaratkan pelayanan keperawatan diberikan secara professional oleh perawat dengan kompetensi yang terstandarisasi dengan memperhatikan kaidah etik dan moral untuk menjamin mutu pelayanan keperawatan yang diberikan.

Sementara itu, penyelenggara pendidikan tinggi keperawatan yang ada di Indonesia belum sepenuhnya menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dan menjadikan standar kompetensi dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai acuan dalam pendidikan dan di tambah lagi  belum adanya sistem kendali mutu proses penyelenggaraaan pendidikan menyebabkan mutu kompetensi lulusan yang ada sangat bervariasi.

Oleh karena itu pelaksanaan  uji kompetensi yang terstandar dan bersertifikasi  penting dilakukan untuk melindungi kepentingan masayarakat dari praktik keperawatan yang tidak aman dan efektif. Ditambah lagi dengan adanya peraturan menteri kesehatan yang mengatur tentang registrasi tenaga kesehatan bagi yang menjalankan keprofesiannya. Uji kompetensi ini di berlakukan  bagi lulusan baru dan perawat yang telah bekerja serta perawat dari luar negeri yang akan bekerja di Indonesia terkait dengan arah pengembangan Rumah sakit berstandar internasional (world class hospital).

Dengan keragaman kompetensi dan belum adanya buku panduan yang membantu peserta ujian ataupun institusi untuk mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi perawat maka WHO bekerjasama dengan PPNI membuat  suatu panduan bagi perawat yang akan mengikuti uji kompetensi berupa Student Guideline Model for National Examination Preparation. Panduan tersebut berisi proses mengikuti uji kompetensi, tips dan strategi serta hal-hal umum yang harus dipersiapkan untuk uji kompetensi. Untuk meningkatkan kemanfaatan dan mendapatkan asupan untuk perbaikan maka kegiatan sosialisasi dan workshop ini dilaksanakan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.